Skip to main content

Mengidentifikasi Kanker Sebelum Berkembang



Mengapa Masyarakat Jepang Dapat Hidup Begitu Lama?

·    Satu faktor yang berkontribusi terhadap kesehatan dan umur panjang masyarakat Jepang adalah pemeriksaan kesehatan secara rutin
·    Ajinomoto Co., Inc. ("Ajinomoto Co.") telah mengembangkan teknologi AminoIndexTM Risk Screening (AIRSTM) untuk mengidentifikasi kanker dan penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup
·    Ajinomoto Co. berharap dapat memperluas penggunaan alat bantu berharga ini hingga ke negara lain sesuai kebutuhan spesifik mereka di masa mendatang

Fakta bahwa orang Jepang memiliki umur terpanjang di dunia dan hidup lebih sehat saat memasuki usia tua telah tercatat dengan baik. Bahkan, ini adalah salah satu fokus dari Ajinomoto Newsletter sebelumnya (vol. 5 dan 8), "Dapatkah Ajinomoto Co. Mendorong Usia Harapan Hidup Sehat?".
Banyak teori yang berusaha menjelaskan alasannya. Apakah karena diet ala Jepang? Apakah keturunan? Apakah karena masyarakat Jepang memiliki ikatan kekeluargaan yang erat, dengan banyaknya dukungan sosial dan keluarga bagi mereka yang memerlukan? Atau mungkin karena olahraga1? Ini pertanyaan yang menarik karena bagaimanapun juga Jepang terkenal dengan tingkat stres yang tinggi, jam kerja yang panjang, serta tingkat merokok dan konsumsi alkohol yang tinggi.

Satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap proses penuaan masyarakat Jepang yang sehat adalah sistem perawatan kesehatan, khususnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Data statistik tampaknya mendukung fakta ini. Misalnya, untuk menyediakan perawatan kesehatan, Jepang hanya menghabiskan 10% dari GDP negara dibandingkan dengan Amerika Serikat yang menghabiskan 17%. Meskipun nilai investasinya lebih kecil, angka kesehatan dan umur panjang di negara ini masuk dalam daftar yang tertinggi di dunia1.

Meskipun pemeriksaan kesehatan massal menunjukkan keberhasilan, sistem ini tidaklah sempurna. Satu area yang dapat ditingkatkan adalah pemeriksaan kanker. Pada tahun 2016, hanya sekitar 40% hingga 50% laki-laki dan 30% hingga 40% perempuan menjalani tes untuk mendeteksi kanker secara umum2, dan angka ini sebenarnya lebih rendah dibandingkan dengan angka di negara lain3.
Mengapa? Alasannya tidak jelas, namun faktor seperti waktu, pengeluaran tambahan, kurangnya kesadaran, dan ketakutan yang wajar saat mengetahui hasil tes mungkin berpengaruh4.
Mendeteksi kanker sejak dini akan menambah tingkat kelangsungan hidup secara drastis selama lima tahun.

AminoIndex TM Cancer Screening: Memenuhi Kebutuhan yang Tak Terpenuhi
Inilah alasan tepatnya mengapa Ajinomoto Co., Inc. ("Ajinomoto Co.") mengembangkan AminoIndexTM Cancer Screening (AICSTM). Berdasarkan sejarah panjang penelitian kami terhadap asam amino, kami mengetahui bahwa keseimbangan konsentrasi asam amino dalam darah berubah untuk menunjukkan tingkat kesehatan seseorang. Hal ini kemudian mengarah ke pengembangan teknologi pemeriksaan kanker praktis, yang dapat meningkatkan kemungkinan pendeteksian bila digabungkan dengan tes pemeriksaan lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

Kemewahan Rasa dan Aroma Kopi Brazil Berstandard Gold

Wings Food, perusahaan produsen makanan dan minuman dalam kemasan ,  secara resmi  meluncurkan produk kopi siap minum terbaru bagi masyarakat Indonesia yaitu  Golda Coffee . Diracik dari biji kopi Brazil berstandard  Gold  (standard tertinggi) berpadu krim susu dan gula asli tanpa menggunakan pengawet, serta dikemas secara elegan, Golda Coffee mempersembahkan sensasi kemewahan rasa dan aroma kopi terbaik untuk meningkatkan semangat beraktivitas dengan harga terjangkau.   Peluncuran Golda Coffee sekaligus untuk memperkenalkan variant perdana kopi siap minum dengan rasa dan aroma premium ini, yaitu  Dolce Latte  yang merupakan perpaduan biji kopi Brazil berstandar tertinggi dengan kelembutan krim susu.     Dari riset, diketahui bahwa rata-rata manusia mengonsumsi minuman dalam sehari mencapai 2.2 liter pada tahun 2012. Menurut data terkini, rata-rata konsumsi minuman meningkat 13.6% menjadi 2.5 liter per hari. Peningkatan...

Cakupan Kesehatan Universal di Indonesia

Sebuah studi yang dipublikasikan hari ini di The Lancet  menjelaskan   bahwa Indonesia  telah menciptakan  skema  Universal Health Coverage (UHC)  yang adaptif dan fleksibel untuk mengakomodir kondisi dan kebutuhan yang beragam  untuk   men jamin  perlindungan  risiko keuangan, serta akses  pe layanan kesehatan yang aman, efektif dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat; seperti yang dimandatkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Studi berjudul “ Universal Health Coverage   di Indonesia: Konsep, Perkembangan, dan Tantangannya”  merupakan studi pertama yang  sepenuhnya ditulis dan dipimpin oleh tim peneliti Indonesia  yang berhasil diterbitkan di The Lancet – salah satu jurnal kesehatan yang sangat prestisius dan berdampak tinggi di dunia. Studi ini ditulis oleh tim Indonesia dari berbagai latar belakang ilmu  yang dipimpin oleh  d r. Rina Agustina dari Fakultas Kedokteran Univer...

Hipertensi penyebab kematian tertinggi?

Penyakit hipertensi masih menjadi masalah penting di Jakarta. Jumlah kasusnya cenderung naik, bahkan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi penyakit tidak menular. Gaya hidup masyarakat perkotaan seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol serta kecendrungan kurang aktifitas fisik dan kurang konsumsi makanan berserat ditengarai menjadi pemicu hipertensi. Hipertensi menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit ini 34 persen lebih tinggi dari data Riskesdas 2007 (31,7 persen) dan 2013 (25,8 persen). Kondisi di Jakarta tidak jauh berbeda dengan nasional. Hipertensi bisa muncul tanpa gejala fisik dan baru diketahui ketika diukur tekanan darahnya. Rata-rata penderita hipertensi awalnya tidak sadar dengan penyakitnya. Meski demikian, gejala umum seperti rasa berat pada tengkuk, vertigo, jantung berdebar, telinga berdenging, mudah capek, serta mimisan bisa sebagai pertanda untuk melakukan pe...