Skip to main content

Kemewahan Rasa dan Aroma Kopi Brazil Berstandard Gold





Wings Food, perusahaan produsen makanan dan minuman dalam kemasan, secara resmi meluncurkan produk kopi siap minum terbaru bagi masyarakat Indonesia yaitu Golda Coffee. Diracik dari biji kopi Brazil berstandard Gold (standard tertinggi) berpadu krim susu dan gula asli tanpa menggunakan pengawet, serta dikemas secara elegan, Golda Coffee mempersembahkan sensasi kemewahan rasa dan aroma kopi terbaik untuk meningkatkan semangat beraktivitas dengan harga terjangkau. Peluncuran Golda Coffee sekaligus untuk memperkenalkan variant perdana kopi siap minum dengan rasa dan aroma premium ini, yaitu Dolce Latte yang merupakan perpaduan biji kopi Brazil berstandar tertinggi dengan kelembutan krim susu.    

Dari riset, diketahui bahwa rata-rata manusia mengonsumsi minuman dalam sehari mencapai 2.2 liter pada tahun 2012.Menurut data terkini, rata-rata konsumsi minuman meningkat 13.6% menjadi 2.5 liter per hari. Peningkatan ini terjadi di kalangan remaja hingga dewasa dan diketahui bahwa jenis minuman yang dikonsumsi tetap sama namun terdapat penambahan sebesar 0.3L salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan konsumsi RTD Coffee.

Berdasarkan data internal Wings Food, diketahui bahwa pertumbuhan RTD dalam kategori Coffee mengalami lonjakan dalam 5 tahun terakhir (2012-2017) sebesar 40.5%. Ini diiringi dengan perkembangan tren kopi siap minum yang terjadi di pasaran. Diprediksi dalam 5 tahun kedepan, pertumbuhan kategori RTD Coffee akan tetap tinggi diprediksi pada angka 8.5%. Mengetahui adanya peluang tersebut, Wings Food sebagai produsen besar FMCG berinisiatif untuk memasuki pasar RTD Coffee.

Firman Dwi Rachmawan, Product Manager GOLDA, dalam acara peluncuran Golda Coffee hari ini mengungkapkan, “Golda Coffee merupakan kopi dalam kemasan siap saji yang menargetkan generasi muda millennial berusia 18-28 tahun yang aktif, modern dan dinamis. Produk berkualitas ini merupakan jawaban dari Wings Food untuk menembus kategori RTD Coffee yang saat ini sedang bertumbuh sangat tinggi.”

Golda Coffee Sajikan Beragam Keunggulan

Kopi memang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat karena telah menjadi pilihan minuman favorit untuk menjalani beragam suasana dalam kegiatan sehari-hari. Mayoritas masyarakat Indonesia meminum kopi satu kali dalam sehari. Para penikmat kopi tentu memahami bahwa terdapat setiap jenis kopi memiliki keunggulan tersendiri. Walau begitu, produk Golda Coffee merangkum berbagai keunggulan tersebut karena diracik dari biji kopi Brazil berstandard Gold (standar tertinggi).

Biji kopi Brazil berstandard Goldmerupakan biji kopi dengan kualitas terbaik yang menghadirkan sensasi tekstur rasa yang lembut, rendah asam, dengan aroma kacang serta mengandung rasa manis coklat atau karamel. Dilengkapi dengan Susu Belgia yang menjadi salah satu kandungan dalam GOLDA Coffee dengan karakteristik yang soft tapi memiliki tekstur khas creamy. Perpaduan kopi dan susu pada GOLDA Coffee bisa dinikmati langsung dalam varian Dolce Latte yang dikemas secara higienis tanpa khawatir mengalami gangguan penyakit asam lambung ataupun masalah pencernaan lainnya.

“Keunggulan utama dari produk Golda Coffee ini ada pada perpaduan yang kita sebut perfect blend, yang menyatukan aroma kopi Brazil yang kuat dan susu Belgia yang lembut, sehingga ketika meminumnya terasa aroma nikmat yang khas. Dengan minum GOLDA, konsumen diharapkan lebih percaya diri, dan siap menjadi lebih baik, sesuai dengan brand story kami “Get More Out of Life with GOLDA” papar Firman.

Dengan adanya tren minuman kopi di Indonesia melalui kalangan anak muda, diketahui bahwa kopi dipercaya selain dapat menghilangkan rasa kantuk tapi juga sebagai mood booster, membantu mencari inspirasi dan juga me-refresh otak. Karenanya, GOLDA Coffee sebagai minuman RTD terbaru di Indonesia memperkenalkan campaign “Get More Out of Life”. Melalui campaign “get more out of life”, GOLDA Coffee mengajak para konsumen untuk menjadi lebih percaya diri, siap menjadi yang lebih baik, dan bisa melakukan berbagai hal.

Pada peluncurannya di Plaza Senayan, Golda Coffee menghadirkan 3 public figureyaitu Alika Islamadina, Valerie Krasnadewi, dan Veronika Krasnasari. Ketiganya dikenal berprestasi di dunia yang digelutinya. “Alika penyanyi dari generasi milenial, sedangkan Valerie dan Veronika adalah saudara kembar dari dunia modeling Asia. Mereka memiliki kepribadian yang sesuai dengan brand personality Golda, dimana generasi milenial sekarang gemar bereksperimen terhadap hal-hal baru yang membuat mereka “lebih hidup”. Generasi milenial memiliki perilaku yang berbeda dari generasi sebelumnya yaitu mereka sangat mengutamakan “experience and leisure”, dan dibutuhkan mood yang baik untuk melakukan hal-hal itu. Kopi sifatnya dapat menghilangkan jenuh dan membantu membangun mood yang baik sepanjang hari. Golda Coffee could help you guys to get more out of life! Ke depannya, Golda akan mengadakan berbagai macam aktivasi merek yang menarik dan terintegrasi di berbagai channel, agar dapat diterima oleh masyarakat,” tutup Firman.

Comments

Popular posts from this blog

Cakupan Kesehatan Universal di Indonesia

Sebuah studi yang dipublikasikan hari ini di The Lancet  menjelaskan   bahwa Indonesia  telah menciptakan  skema  Universal Health Coverage (UHC)  yang adaptif dan fleksibel untuk mengakomodir kondisi dan kebutuhan yang beragam  untuk   men jamin  perlindungan  risiko keuangan, serta akses  pe layanan kesehatan yang aman, efektif dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat; seperti yang dimandatkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Studi berjudul “ Universal Health Coverage   di Indonesia: Konsep, Perkembangan, dan Tantangannya”  merupakan studi pertama yang  sepenuhnya ditulis dan dipimpin oleh tim peneliti Indonesia  yang berhasil diterbitkan di The Lancet – salah satu jurnal kesehatan yang sangat prestisius dan berdampak tinggi di dunia. Studi ini ditulis oleh tim Indonesia dari berbagai latar belakang ilmu  yang dipimpin oleh  d r. Rina Agustina dari Fakultas Kedokteran Univer...

Hipertensi penyebab kematian tertinggi?

Penyakit hipertensi masih menjadi masalah penting di Jakarta. Jumlah kasusnya cenderung naik, bahkan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi penyakit tidak menular. Gaya hidup masyarakat perkotaan seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol serta kecendrungan kurang aktifitas fisik dan kurang konsumsi makanan berserat ditengarai menjadi pemicu hipertensi. Hipertensi menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit ini 34 persen lebih tinggi dari data Riskesdas 2007 (31,7 persen) dan 2013 (25,8 persen). Kondisi di Jakarta tidak jauh berbeda dengan nasional. Hipertensi bisa muncul tanpa gejala fisik dan baru diketahui ketika diukur tekanan darahnya. Rata-rata penderita hipertensi awalnya tidak sadar dengan penyakitnya. Meski demikian, gejala umum seperti rasa berat pada tengkuk, vertigo, jantung berdebar, telinga berdenging, mudah capek, serta mimisan bisa sebagai pertanda untuk melakukan pe...