Skip to main content

Hipertensi penyebab kematian tertinggi?



Penyakit hipertensi masih menjadi masalah penting di Jakarta. Jumlah kasusnya cenderung naik, bahkan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi penyakit tidak menular. Gaya hidup masyarakat perkotaan seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol serta kecendrungan kurang aktifitas fisik dan kurang konsumsi makanan berserat ditengarai menjadi pemicu hipertensi.


Hipertensi menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit ini 34 persen lebih tinggi dari data Riskesdas 2007 (31,7 persen) dan 2013 (25,8 persen). Kondisi di Jakarta tidak jauh berbeda dengan nasional.


Hipertensi bisa muncul tanpa gejala fisik dan baru diketahui ketika diukur tekanan darahnya. Rata-rata penderita hipertensi awalnya tidak sadar dengan penyakitnya. Meski demikian, gejala umum seperti rasa berat pada tengkuk, vertigo, jantung berdebar, telinga berdenging, mudah capek, serta mimisan bisa sebagai pertanda untuk melakukan pemeriksaan dokter selanjutnya.


Proporsi hipertensi lebih besar terjadi pada kelompok karyawan. Biasa jadi hal itu terjadi karena karyawan cenderung kurang melakukan aktivitas fisik karena bekerja di balik meja, mudahnya mengonsumsi makanan cepat saji, serta kebiasaan mmerokok dan minum minuman beralkohol. Hal ini diperparah dengan stres karena kemacetan lalu lintas dan tingginya tekanan pekerjaan.

Comments

Popular posts from this blog

Hentikan Deforestasi dalam NDC

Yayasan EcoNusa Indonesia, Yayasan Madani Berkelanjutan dan KKI-Warsi menilai tujuan dari Kesepakatan Paris untuk perubahan iklim yang dirumuskan pada 2015 lalu terancam gagal. Deforestasi yang terus terjadi tiap tahun dan diperkirakan akan terus berlangsung hingga 2030 menjadi salah satu penyebabnya. Sayangnya, negara-negara pemilik tutupan hutan alam yang luas, seperti Indonesia, Brasil, Republik Demokratik Kongo, Peru, Kolombia dan Myanmar tidak memiliki rencana untuk sepenuhnya menghentikan deforestasi dan degradasi hutan dalam NDC (Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional) mereka. Rencana pengurangan emisi yang tercantum dalam NDC keenam negara tersebut  pada kenyat aannya masih mengandung deforestasi terencana yang tinggi. Di beberapa negara, tingkat deforestasi bahkan direncanakan akan terus meningkat hingga 2030. Hal ini terungkap dalam kajian terbaru yang dilakukan oleh Rainforest Foundation Norway (RFN) beserta mitranya di keenam negara tersebut. Dalam ka...

Kemewahan Rasa dan Aroma Kopi Brazil Berstandard Gold

Wings Food, perusahaan produsen makanan dan minuman dalam kemasan ,  secara resmi  meluncurkan produk kopi siap minum terbaru bagi masyarakat Indonesia yaitu  Golda Coffee . Diracik dari biji kopi Brazil berstandard  Gold  (standard tertinggi) berpadu krim susu dan gula asli tanpa menggunakan pengawet, serta dikemas secara elegan, Golda Coffee mempersembahkan sensasi kemewahan rasa dan aroma kopi terbaik untuk meningkatkan semangat beraktivitas dengan harga terjangkau.   Peluncuran Golda Coffee sekaligus untuk memperkenalkan variant perdana kopi siap minum dengan rasa dan aroma premium ini, yaitu  Dolce Latte  yang merupakan perpaduan biji kopi Brazil berstandar tertinggi dengan kelembutan krim susu.     Dari riset, diketahui bahwa rata-rata manusia mengonsumsi minuman dalam sehari mencapai 2.2 liter pada tahun 2012. Menurut data terkini, rata-rata konsumsi minuman meningkat 13.6% menjadi 2.5 liter per hari. Peningkatan...